Monthly Archives: Juli 2009

Fitur Baru MapInfo Professional 10.0

Posting kali ini akan membahas tentang fitur-fitur baru dan fitur lama yang dikembangkan di MapInfo Professional 10.0.

Layer PDF
MapInfo 10 memungkinkan kita menyimpan peta ke file PDF. File PDF mampu menyimpan beberapa halaman menjadi satu yang dikenal sebagai layer. Layer di PDF mirip dengan layer MapInfo. Untuk menyimpan layer peta dalam format PDF, dari menu klik File lalu pilih Print. Dari Print Dialog Box, pilih MapInfo PDF Printer Version 10.0 di Name list

Tampilan di Adobe Acrobat

Ketika di buka Acrobat reader, hasilnya akan tampak seperti ini. Disebelah kiri, ada window semacam layer control di MapInfo, untuk mengatur visibility dari layer. Read the rest of this entry

Wajah Baru MapInfo Professional 10.0

Mapinfo professional 10.0 yang di release beberapa bulan lalu memiliki tampilan baru yang berbeda dibandingkan MapInfo versi sebelumnya. Yang paling mencolok terutama desain tampilan layer control, menu dan toolbar yang lebih smooth dan eye catching.

MapInfo 10

Yang baru dari Toolbar dan menu bar

  • Multiple toolbar bisa ditampilkan di baris atau kolom yang sama.
  • Toolbar dan menu bisa dirubah posisinya menjadi floating atau docking.
  • Toolbar dan menu bisa di dock di keempat sisi MapInfo profesional window
  • floating toolbar bisa di ubah ukurannya dengan klik dan drag pada pojok dari toolbar

Layer control

Tampilan baru Layer Control

  • Seperti halnya toolbar, layer control merupakan floating window, sehingga bisa di dock di keempat sisi
  • Adanya tambahan style icon yang menunjukkan tipe dari layer seperti point, line, region, theme range atau raster image. Jika layer mempunyai style override, maka icon ini bisa diclick untuk merubah style layer.
  • Style dialog box yang muncul ketika style icon di klik dilengkapi dengan tombol “Preview”. Tombol ini digunakan untuk melihat bagaimana tampilan peta, sebelum peta benar-benar diubah.

Line Style Window

  • Beberapa layer bisa di modifikasi secara bersamaan. Dengan menggunakan tombol Shift-click atau Ctrl-click untuk memilih beberapa layer sekaligus dari layer kontrol, kemudian click button “Layer Properties”. Perubahan yang dilakukan akan di aplikasikan ke seluruh layer yang dipilih.

Layer Properties window

  • Pengaturan urutan atau susunan layer sekarang dapat dilakukan dengan melakukan drag and drop
  • Beberapa layer bisa di kelompokkan atau di grup, sehingga layer-layer dalam satu group bisa di tampilkan ataupun disembunyikan dengan satu kali click.

Layer control

 

Sumber: MapInfo Professional 10 Release Notes.
Baca Juga Fitur Baru MapInfo Professional 10.0

Membuka file ESRI di MapXtreme

MapXtreme bisa membuka atau menambahkan tabel dari shapefile secara langsung.
Langkang-langkah untuk membuka file ESRI (.shp)

  • Buat inisialisasi baru dari TableInfoShapefile
  • Masukkan lokasi file ke TablePath property
  • Tambahkan kolom geometry dan kolom atribut serta tipe kolom sesuai dengan kolom yang ada di shapefile
  • Contoh : VB.NET

    Dim ti As TableInfoShapefile = New TableInfoShapefile("EsriShape")
    ti.TablePath = "c:\Data\ESRI\Countries_region.shp"
    Dim CSysFactory As CoordSysFactory = Session.Current.CoordSysFactory
    ' data is stored in Robinson
    Dim coordSys As CoordSys = CSysFactory.CreateCoordSys("mapinfo:coordsys 12,62,7,0")
    ti.Columns.Add(ColumnFactory.CreateFeatureGeometryColumn(coordSys))
    
    ti.Columns.Add(ColumnFactory.CreateStringColumn("Country", 30))
    ti.Columns.Add(ColumnFactory.CreateStringColumn("Capital", 30))
    ti.Columns.Add(ColumnFactory.CreateDecimalColumn("Pop_1994", 11, 0))
    
    ti.Columns.Add(ColumnFactory.CreateDoubleColumn("Pop_Grw_Rt"))
    ti.Columns.Add(ColumnFactory.CreateDoubleColumn("Pop_Male"))
    ti.Columns.Add(ColumnFactory.CreateStyleColumn())
    ti.DefaultStyle = New AreaStyle(New SimpleLineStyle( _
    New LineWidth(2.0, LineWidthUnit.Pixel), PatternStyle.Solid, Color.Red), _
    New SimpleInterior(PatternStyle.Cross, Color.Red, Color.White))
    Dim table As Table = Session.Current.Catalog.OpenTable(ti)

    Source: MapXtreme developer guide

    Menerapkan Manual State Management

    Pool development model menawarkan dua pilihan untuk pengaturan state objek.

    1. Automatic state management. MapXtreme akan menangani user state objek secara otomatis
    2. Manual state management. MapXtreme tidak akan mengatur state objek mana yang disimpan atau di restore.

    Posting ini akan membahas bagaimana membuat aplikasi mapXtreme dengan menerapkan manual state management.

    Read the rest of this entry

    First Met with LINQ to SQL — 2

    Dibagian kedua ini, aku melakukan eksplorasi terhadap LINQ to SQL untuk melakukan operasi insert, delete dan update database.

    Insert into database
    Untuk menambah data baru ke database, dibuat objek yang berhubungan dengan LINQ to SQL tabel entity kemudian panggil prosedur submitChanges pada objek data context.

    Langkah langkah untuk insert ke database

  • Buat objek baru termasuk data yang akan dimasukkan.
  • Tambahkan objek yang baru dibuat ke tabel dalam objek data context
  • Panggil prosedur SubmitOnChanges.
  • Read the rest of this entry

    First Met with LINQ to SQL

    Database merupakan salah satu element penting dalam pembuatan aplikasi. Untuk menghubungkan antara aplikasi dan database diperlukan jembatan penghubung. Di .net framework 2, dikenal metode ADO. Di .net framework 3,5 diperkenalkan metode LINQ. Language-Integrated Query (LINQ) dapat didefinisikan sebagai metode yang memudahkan dan menseragamkan cara akses data dari berbagai format seperti object, XML, DataSet dan lainnya.

    LINQ to SQL memetakan relasi tabel dalam database menjadi model objek class. Ketika aplikasi dijalankan LINQ to SQL akan menterjemahkan query LINQ di objek class dan mengirimnya ke database. Ketika database mengembalikan nilai, LINQ to SQL menterjemahkan kembali menjadi objek class.
    Dalam tulisan kali ini saya mencoba mempelajai LINQ dengan menterjemahkan metode ADO.NET. Saya membuat beberapa metode yang mempunyai fungsi yang sama dengan metode yang menggunakan ADO.NET.

    Read the rest of this entry

    InProc Development Model vs Manual State Model

    Dalam pembuatan aplikasi web menggunakan MapXtreme, metode InProc merupakan metode yang termudah. Metode ini menggunakan satu objek session untuk satu user. Sehingga satu objek session dari satu user tidak akan mempengaruhi user lainnya.

    Metode InProc ditujukan untuk pembuatan aplikasi sederhana dengan jumlah user yang terbatas. Karena masing-masing user mempunyai objek session sendiri, maka kita tidak perlu mengkhawatirkan session objek user saling mempengaruhi.

    Jika server diibaratkan dengan restoran dan session objek diibaratkan dengan pelayan restoran, maka satu orang tamu dilayani oleh satu pelayan. Satu pelayan ini akan akan menjadi penerima tamu, pencatat pesanan, dan juga merangkap sebagai koki sehingga tidak akan ada pesanan yang tertukar atau salah pesan. Tapi bagaimana jika ada 100 tamu tetapi restoran itu hanya punya 50 pelayan? ada 50 tamu yang tidak terlayani, & cost yang dibutuhkan restoran tsb juga besar.

    Metode manual state lebih disarankan untuk aplikasi yang komplek dengan jumlah user banyak. Dalam hal pengkodean, metode ini jauh lebih rumit dan komplek. Metode ini menggunakan 2 atau 3 objek session yang digunakan secara ‘bergantian’.

    Ibaratnya dalam satu restoran hanya ada 3 pelayan yang melayani tamu yang datang secara bergantian. Sedangkan urusan memasak, serahkan saja pada koki. Jadi pelayan harus tahu dan mencatat pesanan agar pesanan para tamu tidak saling tertukar. Bisa jadi penerima pesanan tamu 1 adalah pelayan A dan pengantar pesanan tamu 1 adalah pelayan B. Karena itu perlu suatu metode untuk memastikan menu yang diantar ke tamu 1 sesuai dengan pesanan.

    Karena inilah penkodean dari metode manual lebih komplek dan rumit. Tapi keuntungan metode manual state adalah aplikasi akan berjalan lebih efisien dan fleksibel. Berapapun jumlah user yang masuk tidak akan menjadi masalah.

    Sumber: mapXtreme v6.8 developer guide