Mapxtreme State Management

State management adalah hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan dan implementasi aplikasi web mapXtreme. Karena hal ini berpengaruh pada user experience, tingkat kompleksitas dan juga performa dari aplikasi. State management di perlukan untuk menyimpan dan mengembalikan berbagai macam informasi yang dilakukan user pada peta.
MapXtreme menyediakan tiga metode untuk pengaturan state management.

  1. InProc state management. Ini adalah metode termudah dalam hal pengkodean, tetapi tidak cocok untuk aplikasi dengan jumlah user besar, karena membutuhkan resource server yang besar.
  2. Pooled architecture dengan automatic state management. Metode ini juga mudah dalam pengkodean tetapi performa aplikasi lambat.
  3. Pooled architecture dengan manual state management. Metode ini lebih rumit dalam pengkodean, karena semua proses yang terjadi pada peta perlu dibuatkan kode untuk save dan restore. Programer harus memahami session objek mana yang harus di save ataupun di tampilkan (restore). Kelebihkan metode ketiga ini, tidak membutuhkan resource server yang besar dan performa aplikasi juga lebih bagus.

Untuk membangun aplikasi web mapXtreme yang komplek ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Berapa user yang akan mengakses aplikasi tersebut?
Jika jumlah user terbatas, misalnya aplikasi untuk intranet atau prototype, maka metode InProc lebih lebih sesuai. Karena tidak membutuhkan kode yang rumit dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi lebih singkat.
Jika jumlah user tidak diketahui, misalnya aplikasi untuk internet, maka penerapan metode InProc kurang tepat. Lebih disarankan untuk menggunakan metode manual state management.

2. Bagaimana tampilan awal peta?
Ketika membangun aplikasi web mapXtreme perlu di tentukan informasi apa pada peta yang akan tetap sama untuk semua user. Misalnya informasi layer peta, label, anotasi, style. Ini disebut bacground map.

3. Modifikasi tampilan peta.
Semua aplikasi GIS memungkinkan user untuk mengubah tampilan peta dengan melakukan click dan drag. Ini perlu di pertimbangkan dalam pembuatan aplikasi, apakah user bisa melakukan zoom in/out, memilih objek pada peta dengan langsung mengklik peta, menghilangkan atau menampilkan label, memodifikasi peta untuk membuat peta tematik?

Ini perlu di perhatikan terutama jika aplikasi dibuat menggunakan metode manual state. Programer perlu membuat kode state management yang tepat untuk menyimpan dan menampilkan semua perubahan yang terjadi pada peta.

Sebagai contoh: Misal aplikasi kita memungkinkan user untuk melakukan zoom in.
User A melakukan zoom dan menampilkan wilayah Bali dan user B melakukan zoom dan menampilkan wilayah Jakarta.
Maka programer perlu menulis kode untuk menyimpan informasi lokasi zoom masing-masing user dan menulis kode untuk menampilkan peta sesuai yang diinginkan masing-masing user.

Jadi metode Manual state akan membutuhkan kode yang semakin komplek seiring dengan berbagai kemampuan yang ditawarkan aplikasi dalam memodifikasi tampilan peta.

About Yuniar

Penulis sekarang lebih banyak bekerja menggunakan teknologi Microsoft .NET secara umum dan TIDAK lagi menggunakan aplikasi MapXtreme.net dari MapInfo. Karena itu mohon maaf, jika pertanyaan-pertanyaan mengenai MapXtreme sudah tidak bisa saya jawab lagi.

Posted on 1 September 2009, in MapXtreme and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: